Beranda » Uncategorized » Jadi Sample

Jadi Sample

apa sih beda jadi sample sama jadi kelinci percobaan?

hari iniMinggu donk, ya cuma hari sabtu and minggu yang bisa bebas mau kemana-mana.  Seperti biasa ke lippo karawaci sendirian (nasib ngak punya temen) tujuan utama ke Gramedia, beli buku titipan adek sama papa. Cari catur di Ace hardware ternyata tidak ada (terlalu). Yang terlalu saya apa ace nya ya hahaaha. Saya suka khawatir kalau sering-sering ke Gramed keuangan bisa tidak terkendali jadi defisit. Padahal menurut Safir Senduk Defisit adalah awal dari masalah keuangan. Gawat!!! mesti ngerem nieeeeee.

Kejadiannya begini setelah saya keliling-keliling kayak orang bego di mal karawaci yang gede soalnya saya belum lihat citra land yang katanya lebih besar lagi. Tibalah saya mencari dimana letak satle bus nya transcitra, eihhh di tengah perjalanan saya dicegat oleh ibu-ibu (terbayanglah saya tindakan-tindakan kriminal).  Dengan ramahnya dia mengajak saya ke pojok mall , saya udah membayangkan oknum-oknum yang mengajak ketempat sepi untuk mengambil harta benda sang korban (gawat saya lagi bawa dana hadiah lomba untuk sekolah lagi) hahaha lebayyy. Dengan modus mencicipi snack produk tertentu digiringlah saya di counter-counter sepi pengunjung, ternyata ada lagi pasangan lain yang diajak seperti saya. Digirnglah kami (emang sapi digiring 😀 ) ke area counter-counter yang sepi.

Sedikit rasa aman di hati saya, ternyata selain saya ada korba lain. Eng ing eng saya akhirnya sampai di tempat yang dituju, beberapa bilik-bilik kecil disekat (sekatnya pendek cuma untuk menutupi duduk aja kalau berdiri pasti kelihatan). Setelah cap cip cus menerangkan cara menjawab pertanya, ya seperti bikin angketlah. Saya disuruh mencicipi kentang goreng yang dijadiin sample dalam tempat yang masih tertutup. Saya disuruh menilah, warna, rasa , keasinan, kepedasan. Beginilah jawaban saya Warna ok, Keasinan rada asin menimbulkan pahit, pedas oh jauh dari pedas maklum saya orang palembang (bukan chauvinisme ya) rasa seperti ini bukan pedas malah saya tidak merasa ada rasa pedas tp asin yang ter.. la..lu. Renyah ya paslah tapi kalau saya disuruh beli ogah(kalau gratis saya pikirkan lagi wkwkwk), karena tidak tahu ya saya mau minum terus dan ludah saya terasa pekat habis makan nie produk.  Saya disuruh nyicipi tuh produk habis makan satu otomatis saya minum ngak tahu ya mungkin asinya itu ngak normal.

Saya ngak nyangka ada souvenirnya lagi, habisnya saya pernah ketipu sama embel-embel hadiah yang diberikan oleh sales-sales produk-produk yang ada di mall yang ternyata cuma mau identitas saya saja (memang saya perlu mengubah penampilan sama wajah saya biar ngak ditipa-tipu ya). Ternyata setelah saya buka bukan uang (dasarrrrrrrrr) inilah souvenirnya.

souvenir coba uang aja ya (mata duitan mode on)

mau lihat dari sudut lain

moga bisa dimanfaatkan sebaik mungkin

itulah hari minggu saia yang spesial. Moga-moga saya baik-baik saja. Sempat terlintas kalau jadi sample kalau sampai terjadi gangguan kesehatan gimana ya. Kejauhan ya mikirnya. see u bye bye

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: